Rabu, 12 Februari 2014

Keajaiban Sidik Jari Dalam Al-Quran

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al Qur’an, 75:3-4)
Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Qur-an semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban.. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.
Dikatakan dalam Al Qur’an bahwa sangatlah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:
Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. 36. Yaasin:12)

Sumber: Rabbani herbal

Sabtu, 08 Februari 2014

Tahnik, Tuntunan Haq Kesehatan Bayi


Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Sahabat Anshor Abu Musa berkisah :
“ (Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi Shallallahu A’laihi Wassallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.”
Riwayat lainnya menjelaskan ucapan istri Rasullullah Shallallahu A’laihi Wassallam ‘Aisyah Radhiyallahu Anh yang mengatakan :
“Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.” (H.R. Bukhari  Muslim)
Berdasarkan hasits-hadits shahih tentang tahnik,  Imam An-Nawawi menguraikan :
”Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya.”
Tahnik yaitu: Mengunyah kurma dan sejenisnya, lalu digosok-gosokkan (dilolohkan atau dilumurkan) ke dalam langit- langit mulut bayi, yakni dengan cara meletakkan kurma yang sudah dikunyah di ujung jari, lalu memasukkan jari itu kedalam mulut si bayi lalu si bayi pun belajar makan dan akhirnya mampu melakukannya.
Tahnik atau suapan pertama itu sebaiknya dengan buah kurma kering kalau tidak ada, bisa dengan kurma basah, kalau tidak ada juga, bisa juga dengan makanan manis madu lebah. Hal itu lebih utama dari makanan lain, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani.
Tahnik berasal dari kata Al-Hanak yang berarti mulut bagian atas dari dalam atau langit-langit. Dan membersihkan mulut bayi disebut tahnik, artinya membersihkan mulut bagian atas bayi dari dalam dengan kurma yang telah dimamah sampai lumat.
Tahnik juga dimaknai melolohkan/melumurkan kurma yang telah dikunyah halus ke langit-langit mulut bayi. Lalu pemberian ASI sampai usia 2 tahun dan  memberi makanan yang halal dan toyyiban.
“Tahnik atau meloloh bayi dengan kurma adalah sebuah syariat yang menakjubkan, karena didalamnya terdapat manfaat-manfaat kesehatan jasmani dan rohani yang tak terbilang.”
Hikmah  Tahnik
Ketetapan tahnik menjadi perhatian tersendiri bagi kalangan ulama sehingga mereka merumuskan fatwa berkaitan dengan tuntunan  ini:
Pertama: Para ulama sepakat tentang disunnahkannya (dianjurkannya) mentahnik bayi yang baru lahir dengan kurma. Jadi tahnik dilakukan pada awal kelahiran.
Kedua: Jika tidak mendapati kurma untuk mentahnik, bisa digantikan dengan yang manis-manis lainnya.
Ketiga: Cara mentahnik adalah dengan mengunyah kurma hingga lembut atau agak cair sehingga mudah ditelan, lalu mengambil kurma yang lembut dengan ujung jari dan memasukkan/ menggosokkan ke mulut/langit-lagit bayi.
Keempat: Hendaknya yang melakukan tahnik orang tua atau orang sholih sehingga bisa diminta do’a keberkahannya.Bila  orang sholih tersebut tidak hadir, bisa membawanya ke orang sholih.
Mengenai dibolehkannya wanita mentahnik, dijelaskan oleh Ibnul Qayyim bahwa Imam Ahmad bin Hambal ketika lahir salah satu bayinya, beliau menyuruh seorang wanita untuk mentahnik bayi tersebut. Ada ulama yang memberi penjelasan urutan makanan yang dijadikan bahan untuk mentahnik: tamr (kurma kering); kalau tidak ada, barulah rothab (kurma basah); bila tidak ada ruthab makanan manis yang jadi pilihan adalah madu; dan setelah itu adalah makanan yang tidak disentuh api.
Hikmah dari tahnik lainnya adalah untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.
Terbukti bahwa pada kurma terdapat unsur-unsur vital yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh yang telah didapatkannya dari Allah. Dengan izin Allah,  Kurma sangat efektif membentengi dan melindungi tubuh bayi dari ragam virus dan bakteri/penyakit, seperti  TBC, polio, difteri, campak dan lainnya.
Lebih dari itu, air liur kedua orang tua akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah Islam yang suci, sehingga dia akan tumbuh dengan baik dan bersih. Dia akan selalu merasakan manisnya iman sebagaimana manisnya kurma yang bercampur dengan air liur dari lidah yang selalu melantunkan dzikir kepada Allah.
Meloloh bayi adalah sebuah syariah  yang mampu  menanamkan dan menguatkan aqidah bayi, sekaligus membangun kasih sayang yang tulus antara orang tua dan anak, sehingga keluarga Muslim akan hidup dalam keharmonisan, kedamaian di bawah naungan Rahmat, Ridha dan Ampunan Allah Ta’ala.
Dikisahkan oleh Asma Radhiyallahu Anh bahwa dia tengah mengandung Abdullah bin Zubair di Mekkah. Kemudian dia hijrah ke Madinah dan sesampainya di Quba beliau melahirkan Abdullah di sana. Ia pergi membawa anaknya itu ke hadapan Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam. Beliau letakkan bayi itu di haribaannya, meminta sebuah kurma dan dikunyahnya hingga halus benar kemudian beliau masukkan ke dalam mulut sang bayi.
Demikianlah, air liur Rasul adalah sesuatu yang masuk pertama kali ke dalam perut anak tersebut. Beliau membersihkan mulut anak tersebut dengan kurma itu kemudian didoakan agar Allah berkenan memberkahinya. Ia adalah anak muslim pertama dari kaum Muhajirin yang dilahirkan di bumi Madinah. Selanjutnya ucap  Asma Radhiyallahu Anh: “Kaum muslimin bersuka ria dengan kelahirannya itu karena sudah didesas-desuskan sebelumnya kepada kaum muslimin bahwa mereka tidak akan memperoleh keturunan karena orang-orang Yahudi telah menyihir mereka.”
Alhasil sebenarnya syariat tahnik sudah banyak dilakukan kaum muslimin, namun belum tersosialisasi. Apalagi dengan munculnya vaksinasi/ imunisasi seolah mengesampingkan dan menutupi kelaziman taknik di tengah masyarakat. Taknik sebagai tuntunan yang haq untuk kesehatan bayi ini seharusnya menjadi pijakan dan pedoman utama untuk dilakukan bagi keluarga yang dikaruniai anak. WALLAHU A’LAM
Disarikan dari:
Tabloid Bekam Edisi 4 (Imunisasi, Siasat Yahudi Lumpuhkan Generasi?)

Khasiat Bekam Bagi Penderita Diabet


Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit/ gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh kurangnya produksi atau gangguan kerja (penurunan efektifitas) hormon insulin atau karena kedua-duanya. Penyakit DM dibagi dalam dua jenis. Pertama, DM tipe 1 atau yang disebabkan oleh rusaknya sel β (Beta) pankreas sebagai “pabrik” pembuat insulin. Kedua, DM tipe 2, tipe ini merupakan gangguan yang sifatnya heterogen, pada beberapa kasus akibat gangguan fungsi sel β, namun paling banyak disebabkan oleh gangguan kerja (resistensi) insulin pada sel-sel dalam jaringan tubuh.
Keberadaan penyakit diabetes tidak lepas dari peran zat besi (Fe) dalam darah. Sifat molekul besi yang tidak stabil berpotensi menghasilkan berbagai bentuk radikal bebas yang membahayakan atau merusak sel-sel tubuh. Hasil pengamatan terhadap peningkatan frekuensi penyakit diabetes pada orang-orang yang menderita hemochromatosis menunjukkan bahwa kelebihan (overload) besi dalam tubuh berperan dalam muncetuskan penyakit diabetes. Hemochromatosis adalah suatu kelainan genetik yang mengakibatkan kelebihan besi dalam tubuh. Akan tetapi, apa pun penyebab dari overload besi, baik karena penyakit genetik atau pun bukan, ternyata menyebabkan peningkatan diabetes.
Peran besi dalam menyebabkan penyakit diabetes ditunjukkan oleh dua hal, Pertama: terjadinya peningkatan kejadian diabetes pada orang-orang yang kelebihan besi, apapun penyebabnya. Kedua: adanya perbaikan penyakit diabetes setelah membuang kelebihan besi dengan obat-obatan yang dapat mengikat besi.
Orang-orang yang sering menjalani transfusi darah karena penyakit tertentu, seringkali mengalami overload besi dalam tubuhnya. Pada kelompok ini terdapat peningkatan kejadian diabetes. Walau mekanisme zat besi dapat mempercepat terjadinya diabetes belum diketahui secara pasti, namun dugaan tersebut kemungkinan berhubungan dengan tiga mekanisme kunci, yaitu:
1.   Defisiensi (kekurangan insulin)
2.   Resistensi insulin (gangguan kerja insulin).
Maksudnya, meskipun insulin terdapat   dalam darah dalam jumlah yang cukup, akan tetapi tidak mampu mendorong glukosa dalam darah untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah tetap tinggi. Sebaliknya, apabila suatu sel sangat berespon tarhadap adanya insulin, maka kondisi ini disebut dengan “sensitif” terhadap insulin (insulin sensitivity).
3.   Disfungsi (kerusakan) hati (hepar).
Overload besi dan munculnya radikal bebas akan menyebabkan kerusakan sel β pankreas yang berfungsi menghasilkan hormon insulin. Akibatnya, terjadi penurunan produksi insulin. Karena produksinya berkurang, maka otomatis sekresi (pengeluaran) ke dalam darah juga berkurang.
Adapun mekanisme terjadinya resistensi insulin, diduga terjadi secara langsung atau melalui rusaknya fungsi hepar (hati). Selain itu, adanya pengendapan besi dalam otot akan menurunkan penyerapan glukosa karena terjadi kerusakan pada otot tersebut. Sebaliknya, insulin justru meningkatkan penyerapan besi, sehingga terjadilah lingkaran yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Selain bertanggung jawab pada terjadinya penyakit diabetes, besi juga bertanggung jawab pada timbulnya berbagai komplikasi penyakit diabetes, diantaranya penyakit ginjal dan penyakit kardiovaskuler.
“Keberadaan penyakit diabetes tidak lepas dari peran zat besi (Fe) dalam darah. Sifat molekul besi yang tidak stabil berpotensi menghasilkan berbagai bentuk radikal bebas yang membahayakan atau merusak sel-sel tubuh.”
Penelitian hasil kerjasama dua institusi pendidikan kedokteran di Spanyol, yaitu University Hospital of Girona “ Dr. Josep Trueta” dan University Miguel Hernandez mencoba menilai sensitifitas insulin dan sekresi (pengeluaran) insulin setelah dilakukan pembekaman dengan interval empat bulan pada pasien diabetes tipe 2 yang memiliki kadar serum feritin (besi yang tersimpan dalam sel tubuh) berkadar tinggi, yaitu kadarnya > 200 ng/ mL. Penelitian menitikberatkan untuk melihat pengaruh hijamah (bekam) terhadap control metabolic, sekresi insulin, dan kerja insulin pada pasien diabetes dengan kadar feritin yang tinggi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dilihat efek pembuangan besi (iron depletion) terhadap parameter-parameter tersebut.
Pasien dibagi dalam dua kelompok, pertama (grup 1) yang berjumlah 13 pasien, dilakukan pembekaman dengan jangka waktu 2 minggu, setiap kali pembekaman diambil 500 mL darah. Total pembekaman yang dilakukan terhadap grup 1 sebanyak 3 kali. Kedua (grup 2) yang berjumlah 15 pasien adalah kelompok kontrol yang tidak mendapatkan Diterapi pembekaman. Seluruh pasien (grup 1 dan grup 2) tetap mendapatkan terapi seperti biasanya dengan insulin, obat-obat anti-diabetes, dan olah raga selama periode penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa serum feritin, transferin (protein yang berfungsi untuk mengikat atau membawa besi di dalam darah), saturation index, dan kadar hemoglobin turun pada pasien yang mendapatkan terapi hijamah (grup 1). Selain itu, kadar HBA1C  juga turun secara bermakna pada pasien grup 1. Didapatkan pula peningkatan sensitivitas insulin pada grup 1 dibandingkan grup 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijamah dapat berperan sebagai terapi tambahan pada pasien diabetes tipe 2 dengan peningkatan konsentrasi serum feritin.
Penelitian lainnya dari institusi yang sama dengan penelitian sebelumnya, yaitu untuk menguji hipotesis bahwa pembuangan besi yang bersirkulasi dalam darah dengan hijamah akan memperbaiki kerusakan pembuluh darah pada pasien diabetes tipe 2 dan pada pasien dengan peningkatan konsentrasi serum feritin.
Pada penelitian ini, pasien diabetes dengan kadar serum feritin > 200 ng/ mL dibagi dalam 2 kelompok seperti pada penelitian sebelumnya. Reaktivitas pembuluh darah dinilai pada awal penelitian, serta pada 4 dan 12 bulan berikutnya.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuangan besi dengan hijamah dapat memperbaiki kerusakan pembuluh darah pada pasien diabetes tipe 2 dengan kadar serum feritin yang tinggi. Perbaikan ini sejalan (paralel) dengan penurunan kadar besi dalam tubuh yang ditandai dengan turunnya kadar serum feritin pada pasien grup 1.
Penjelasan efek hijamah ini menunjukkan bahwa kelebihan besi menyebabkan perubahan dini pada struktur dan fungsi pembuluh darah manusia, yang ditandai dengan hipertrofi (penebalan) dinding pembuluh darah. Hipertofi ini dapat diperbaiki dengan menurunkan kadar besi dalam darah melalui proses hijamah. Dalam penelitian ini, ditemukan adanya peningkatan dilatasi (pelebaran) pembuluh darah setelah kadar besi diturunkan dengan hijamah. Sehingga, pembuangan besi dapat meningkatkan kelenturan (distensibilitas) pembuluh darah.
Penelitian yang hampir sama dengan 2 penelitian di atas juga dilaksanakan institusi lain di Eropa oleh para peneliti dari San Filippo Neri Hospital (Italia),  Bambino Gesu Hospital dan Research Institute (Italia) yang berlangsung selama dua tahun.
Penelitian ini  bertujuan  mengetahui efek hijamah terhadap sekresi dan sensitivitas insulin, parameter-parameter dalam darah, kadar besi dalam hati (liver ion content/ LIC), dan perubahan kerusakan jaringan hati. Subjek Penelitian adalah  pasien yang baru saja terdiagnosis diabetes yang memiliki kelainan genetik tertentu yang menyebabkan tingginya kadar besi dalam tubuh.
Hijamah dilakukan setiap dua minggu, masing-masing dengan mengeluarkan darah sebanyak 450 mL. Volume darah dikembalikan ke jumlah semula dengan memberikan larutan fisiologis. Data sebelum dan sesudah dua tahun terapi dengan hijamah diambil untuk dibandingkan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan dalam beberapa parameter metabolisme. Kadar feritin dan besi turun. Parameter lain seperti kadar kolesterol, trigliserida (Lemak), glukosa puasa, kadar enzim-enzim tertentu seperti lactate Dehydrogenase (LDH), aspartate aminotransferase (AST) atau yang lebih dikenal dengan glutamic-oxaloacetate transaminase (SGOT), alanine aminotransferase (ALT) atau yang lebih dikenal dengan glutamic-pyruvate transaminase (SGPT), dan gamma-glutamyltransferase (γ-GT) dimana enzim-enzim ini merupakan penanda terjadinya kerusakan pada hati, juga mengalami perbaikan dengan peningkatan sekresi insulin, peningkatan pengambilan glukosa oleh sel-sel tubuh, dan peningkatan sensitifitas terhadap insulin.
Dari penelitian-penelitian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa terapi hijamah bermanfaat terhadap pasien diabetes mellitus, terutama yang memiliki kadar besi yang tinggi. Penelitian-penelitian ini telah membuka suatu harapan baru di masa mendatang akan meningkatnya penerimaan masyarakat secara umum terhadap bekam serta memberi harapan baru bagi pasien diabetes mellitus.

Oleh: dr. M.  Saifudin Hakim (Staf Pengajar Bagian Mikrobiologi, FK UGM, Yogyakarta)
Disarikan dari: Tabloid Bekam Edisi III/2011 Cetak Ulang (Siapa Bilang Diabet Tak Bisa Sembuh?).

Hobi Buah dan Sayur, Trombosit Subur


“Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian padanya, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun yang lebat.
Buah-buahan dan rumput, untuk kepentingan kamu dan binatang ternakmu.” – Q.S. Abasa [80]: 27-32

Manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk menyantap buah dan sayur. Al-Qur’an sendiri dengan sangat jelas menganjurkan agar manusia makan buah dan sayur-mayur. Dari sudut gizi, sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan beberapa unsur nutien seperti protein, lemak, serta karbohidrat walaupun dalam jumlah yang sedikit. Seseorang yang mengabaikan makan atau bahkan anti mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-mayur akan menghadapi masalah besar dalam hidupnya. Tubuhnya kelak akan menjadi ‘surga’ bagi berbagai macam penyakit, dan apabila terserang infeksi maka akan lebih sulit untuk bertahan dan memulihkan diri.
Beberapa komponen dalam buah dan sayur bermanfaat untuk menjaga lingkungan dalam darah agar tidak mudah rusak. Selain itu buah dan sayur berguna untuk mencegah perdarahan hebat akibat terjadinya serangan infeksi maupun aktivitas obat sintetis yang dipergunakan dalam jangka panjang. Seperti diketahui, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat merusak ‘suasana baik’ dalam usus sehingga tubuh dapat kekurangan vitamin K. Antibiotik yang masuk ke dalam usus dapat membunuh bakteri baik dalam lingkungan flora usus dan akhirnya dapat menyebabkan tubuh kekurangan vitamin K. Efek selanjutnya adalah tubuh akan kekurangan atau memiliki trombosit yang abnormal (trombositopenia).
Selain itu apabila jumlah personel trombosit cenderung di bawah yang dibutuhkan, maka ketika terjadi sabotase aktivitas produksi prostaglandin di KOKS oleh obat pereda demam dari golongan yang mirip asam asetil salisilat (aspirin), parasetamol, dan sebagainya, kehancuran bataliyon trombosit akan semakin sulit dielakkan. Oleh karena itu suplai nutrisi dari buah dan sayur sangat berguna mencegah porak-porandanya bataliyon pasukan trombosit karena kondisi yang merugikan, sehingga trombositopenia bisa dihindari. Disamping itu buah dan sayur mengandung serat yang berperan dalam membuat ‘suasana nyaman’ bagi flora usus dan fungsi pencernaan. Gangguan pada saluran cerna pada anak-anak dapat menjadi pemicu mual dan muntah pada saat batuk, kelainan kulit, sehingga kulit timbul bercak merah seperti bekas digigit nyamuk.
Di antara komponen buah dan sayur yang berfungsi untuk melancarkan produksi trombosit adalah Vitamin K. Apabila tubuh kekurangan vitamin K maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses pembekuan darah. Vitamin K atau vitamin anti perdarahan merupakan elemen terpenting dari enzim karboksilase yang dengan melalui beberapa reaksi kimiawi akhirnya mampu mengikat ion kalsium untuk proses pembekuan darah. Vitamin K pada sayur mayur terdapat pada daun-daunan, buncis, kacang polong, brokoli dan kol. Semakin hijau warna sayur-mayur maka semakin tinggi kadar vitamin K di dalamnya.
Sementara vitamin C dalam buah dan sayur diperlukan juga sebagai ko-faktor yang mengandung mineral Cu (Tembaga) yang membentuk neurotransmitter yaitu pengantar rangsangan saraf dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.  Selain itu vitamin C berperan dalam menjaga keutuhan pembuluh darah hingga kapiler. Sayur dan buah yang berwarna hijau tua, kuning dan oranye, seperti cabe, tomat, paprika, kurma, jambu biji, jeruk, mangga, nanas, pisang, papaya dan sebagainya banyak mengandung vitamin C. Sedangkan Vitamin A yang terdapat dalam buah dan sayur bersifat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Hal ini diperkuat dengan peran beta karoten bersama vitamin C dan E sebagai antioksidan akan berpengaruh juga terhadap pencegahan kanker.
Sayuran seperti bayam, daun pepaya, selada dan sebagainya mengandung cukup banyak kalsium yang berguna dalam membantu pembentukan trombosit. Komposisi dalam buah dan sayur yang berguna bagi tubuh akan bekerja saling melengkapi. Apabila perdarahan dapat dicegah melalui aktivitas vitamin C dalam tubuh akhirnya akan mencegah pengorbanan yang berlebihan dari pasukan trombosit untuk mencegah kebocoran akibat rusaknya pembuluh darah. Oleh karena itu konsumsi buah dan sayur membuahkan manfaat yang kompleks bagi sistem pertahanan tubuh dimana akhirnya akan menyebabkan jumlah trombosit menjadi subur. (TB/Berbagai Sumber)
Lihat Selengkapnya di  
Tabloid Bekam Edisi 9/II (Demam Berdarah, Atau Keracunan?)

Anda Cemas, Gula Darah Tancap Gas


Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.  Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. (Q.S : Al-Ma’aarij: [70] :19-20).
“Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (Ali Imran: [3]: 154).
Hampir tiap orang pernah merasakan cemas, atau  ada yang sering cemas, bahkan ada pula yang hidupnya diselimuti kecemasan. Suasana jiwa semacam ini bisa saja dipengaruhi oleh ragam masalah yang  dihadapi  atau dikhawatirkan menghadangnya, apakah masalah rumah tangga, suami cemas dengan ulah istri, atau sebaliknya istri resah dengan prilaku suami. Bisa juga kecemaskan dipicu kekhawatiran orang tua terhadap prilaku atau masalah yang dihadapi anak-anaknya. Mungkin juga kecemasan ditengarai tak sejalannya  harapan orang tua dengan ralitas  aktivitas anak, dan  lainnya.
Ada pula kecemasan yang dipicu oleh tekanan ekonomi, hutang atau lilitan masalah yang tak kunjung usai atau teratasi. Alhasil, setiap orang bisa saja berbeda dalam  menyikapi masalah dan kecemasan, dan hal itu terpulang dari tingkat keimanannya. Semakin baik keimanan seseorang, tentu dia lebih tenang dan arif dalam menghadapi setiap masalah dan kecemasan. Sebaliknya, rendahnya keimanan bisa berdampak pada prilaku tak terpuji atau menyebabkan jiwa dan raganya terpuruk bagi mereka yang dililit masalah atau kecemasan dari persoalan sepele sekalipun.
Nyatanya kecemasan yang belebihan atau juga disebut dengan anxietas dalam istilah psikologi atau kedokteran konvensional berpotensi merusak kesehatan. Sebab anxietas/cemas itu timbul akibat adanya respons terhadap kondisi stress atau konflik. Rangsangan berupa konflik, baik yang datang dari luar maupun dalam diri sendiri, itu akan menimbulkan respons dari sistem saraf yang mengatur pelepasan hormon tertentu. Akibat pelepasan hormon tersebut, muncul perangsangan pada organ-organ seperti lambung, pankreas, jantung, pembuluh daerah maupun alat-alat gerak.
“Sesungguhnya manusia diciptakan
bersifat keluh kesah
lagi kikir.
Apabila ia ditimpa kesusahan
ia berkeluh kesah.”
(Q.S : Al-Ma’aarij: [70] :19-20).
Ulama terkemuka Imam Hasan Al-Basri, ketika ditanya oleh sahabatnya, mengapa dia selalu tampak begitu tenang dan jauh dari kecemasan? Dia menjawab, bahwa dirinya tenang, antara lain asbab: pertama; dia tidak pernah khawatir soal rizki karena rizkinya sudah ditetapan Alah Ta’ala. Kedua; dia tenang karena yakin akan mati, sehingga yang dia lakukan adalah mempersiapkan kematian itu sendiri.
Sementara itu Dr. Ahman Husain Ali Salim mengungkapkan beberapa laporan statistik yang mengindikasikan bahwa persentase terbesar dari orang-orang sakit yang biasa selalu bolak-balik untuk cek rutin, sesungguhnya mereka secara mendasar mengadukan tentang goncangan emosional yang timbul dari problematika psikologis. Dan yang diperlukan oleh para penderita tersebut bukan terapi medis, namun sebenarnya mereka memerlukan terapi psikologis.
“Sekarang yang terkenal di kalangan dokter adalah bahwa nasihat yang baik untuk para  penderita adalah membebaskan diri dari rasa cemas. Al-Qur’an sudah mendahului ilmu kedokteran modern dalam memberikan perhatian untuk mengarahkan manusia supaya mengontrol dan menguasai emosi mereka,” ujar Ahmad Husain Ali Salim.
Untuk itu bagi mereka yang mudah cemas atau mudah dirundung kecemasan segera berahati-hati, sebabab cemas sangat efektif membuat gula darah mereka tancap gas atau melambung lantaran terkurasnya cadangan energi organ tubuh, khususnya pankreas. Sehingga organ yang dikenal sebagai pabrik insulin tubuh ini mengalami kelelahan, yang pada gilirannya mengganggu produksi insulin. Dengan mogoknya produksi insulin, ditribusi gula darah yang diubah menjadi energi menjadi terganggu, akibatnya gula menumpuk dan masuk ke darah….
Untuk mengatasi kecemasan ini di antaranya melazimkan membaca doa sebelum tidur, sebagaimana Nabi Shallallahu A’laihi Wassallam pernah mewasiatkan kepada seseorang, beliau bersabda: ‘Apabila kamu hendak tidur, maka ucapkanlah; ‘ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSI ILAIKA WAFAWADLTU AMRII ILAIKA WA ALJA`TU ZHAHRI ILAIKA RAHBATAN WA RAGHBATAN ILAIKA LAA MALJA`A WALAA MANJAA MINKA ILLA ILAIKA AMANTU BIKITAABIKA ALLADZII ANZALTA WA BINABIYYIKA ALLADZII ARSALTA (”Ya Allah ya Tuhanku, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dalam keadaan harap dan cemas, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari adzab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus”).”Apabila kamu meninggal (pada malam itu) maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah (suci).” (HR Imam Bukhari).
Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam setiap kali beliau singgah pada suatu tempat, beliau banyak membaca: ‘ALLAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI WAL ‘AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL JUBNI WA DLALA’ID DAINI WA ‘ALAIHI WA GHALABATIR RIJAALI (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dan dari lilitan hutang dan penindasan).’ (HR Imam Bukhari).
Dalam riwayat lain Zubair bin ‘Adi mengatakan, pernah kami mendatangi Anas bin Malik, kemudian kami mengutarakan kepadanya keluh kesah kami tentang ulah para jamaah haji. Maka dia menjawab; ‘Bersabarlah, sebab tidaklah kalian menjalani suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian menjumpai rabb kalian. Aku mendengar hadits ini dari Nabi kalian Shallallahu A’laihi Wassallam. (HR Imam Bukhari). 

(TB/Berbagai Sumber).
Disarikan dari Tabloid Bekam Edisi III Cetak Ulang (Siapa Bilang Diabet Tak Bisa Sembuh?)

Vaksin MMR Picu Autis


PADA 1992, vaksin MMR (Measles/campak, Mumps/gondong, Rubella/campak jerman) dikabarkan menimbulkan bencana diantaranya  menyebabkan terjadinya kasus meningitis pada anak-anak. Sementara laporan dari International Medical Council on Vaccination mengungkapkan hasil survei dari 17.674  yang divaksin MMR mengalami peningkatan derita astma sebesar 140%, kelainan perangai – cenderung hiperaktif (ADHD)  sebesar 317%, masalah neurologi 185% dan autisme melonjak  146% dibanding anak yang tidak  vaksin.
Data tersebut diperkuat pernyataan dr. Rudy Sutadi.SpA, MARS, SPdI, dokter spesialis anak yang pertama kali mempopulerkan sistem Applied Behaviour Analysis (ABA) untuk terapi autisme di Indonesia. Berikut wawancara Tabloid Bekam dengan dr. Rudi:
Bagaimana mekanisme vaksin memicu terjadinya autis?
Autisme, pada dasarnya adalah kelainan yang faktor utamanya dipegaruhi oleh herediter (keturunan). Sedangkan pengaruh vaksin pada kasus autisme melalui dua jalan dan ini terlihat pengaruhnya pada pemberian vaksin MMR. Pertama, karena pengaruh zat pengawet thimerosal yang terdapat dalam vaksin MMR. Thimerosal sendiri berfungsi sebagai pencegah kontaminasi mikroorganisme asing dalam vaksin steril, seperti vaksin MMR, hepatitis B dan polio. Pengaruh thimerosal ini akan semakin memberikan efek toksik jika terdapat kandungan timah juga dalam vaksin. Efek toksik thimerosal sangat bermakna pada anak-anak yang dalam keluarga besarnya ada yang memiliki riwayat autisme, penyakit autoimun, gangguan jiwa, penyakit genetik, dan gangguan perkembangan lainnya. Semua bakat ini layaknya sebuah peluru dalam senapan genetis. Apabila peluru ini dipicu oleh thimerosal, maka terjadilah letusan autism pada anak. Berbeda jika bakat yang sudah ada kemudian tidak ada pemicunya, maka tak akan terjadi, atau ada pemicu dari thimerosal namun tidak ada peluru yang berisi bakat autisme secara genetik. Sementara jalur kedua terjadi oleh vaksin MMR yang non-thimerosal. Walau tidak mengandung thimerosal, namun pemberian vaksin MMR dapat memberikan efek gabungan pengerusakan sarung penutup saraf (Mielyn Basic Protein), sehingga terjadi mekanisme “korsleting” saraf yang menyebabkan bakat autisme akan keluar menjadi penyakit. Di samping itu kelainan autoimun lainnya, seperti asma, arthitis reumathoid, diabetes tipe I, dan gangguan pencernaan akan mungkin terjadi.

Sumber: Tabloid Bekam

Jumat, 07 Februari 2014

Kurma, Raja Buah dari Surga

”Dan Dialah yang menurunkan hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dari dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari macam tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatiankanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-An’aam : 99)
Sedikitnya ada 20 ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan pohon atau buah kurma. Lima belas ayat menyebutnya bersama dengan tumbuhan lain, diantaranya zaitun, anggur dan delima. Kurma merupakan ciptaan dan karunia Allah yang mempunyai kelebihan atas buah lainnya. Penyebutan berulang kali kurma dalam Al-Qur’an menunjukkan betapa raja buah dari surga ini memiliki kandungan dan khasiat istimewa dan tiada tanding bagi yang rajin mengkonsumsinya.
Penyebutan kurma dalam Al-Qur’an terdapat juga di Surat Al-An’aam: 141, al-Kahfi: 32, Thaha: 71, asy-Syu`ara: 148, Qamar : 20, ar-Rahman : 11 & 68, al Haqqah : 7, Abasa: 27-29, Maryam: 23 & 25, al-Baqarah: 266, ar-Ra`d: 4, an-Nahl: 11 & 67, al-Isra`: 91, al-Mu`minun : 19, Yasin: 34, Ibrahim : 24.
Sementara keutamaan kurma juga disebutkan di banyak hadits, antara lain Rasulullah ﷺ bersabda, “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit. Ia berasal dari surga. Dan di dalamnya terkandung obat.” Hadits lain menyebutkan Rasulullah ﷺ bersabda, “Rumah yang didalamnya tidak ada kurma, penghuninya adalah orang-orang lapar.” (HR. Bukhari).
Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Kurma ajwa yang baik berkhasiat sebagai penyembuh.” Aisyah berkata, “Rasulullah telah menyebut kurma dan susu sebagai makanan terbaik di antara makanan lainnya.”
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim menyebutkan, “Abdullah bin Ghifar melihat Rasulullah mengkonsumsi mentimun bersama kurma rutab (kurma basah).”
Sementara Sa’ad r.a mendengar Rasulullah bersabda, “Barang siapa memakan tujuh butir kurma ajwah di pagi hari, maka racun dan sihir tidak akan membahayakannya pada hari itu.” (HR. Bukhari).
Anas ra berkata, “Rasulullah ﷺ berbuka sebelum shalat dengan beberapa butir kurma basah (ruthab). Apabila tidak ada kurma basah di tempat beliau, maka beliau berbuka dengan beberapa butir kurma kering (tamr). Dan apabila tidak ada kurma kering, maka beliau menghirup beberapa teguk air.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Salman ibnu Amir Al Dhabbi meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Apabila seorang dari kalian berbuka, maka hendaklah dia berbuka dengan kurma. Sesungguhnya kurma itu berkah. Dan apabila dia tidak mendapatkan kurma, maka hendaklah dia berbuka dengan air. Sesungguhnya air itu suci.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya, Zadul Ma`ad menjelaskan bahwa kurma dapat menguatkan perut yang dingin, menyamankannya dan menyuburkan badan. Ia termasuk buah yang paling mulia dan paling bermanfaat. Ia adalah raja buah-buahan, penguat lever, dan pelembut tabiat. Ia adalah buah yang paling banyak memberikan nutrisi. Memakannya sebelum makan pagi dapat membunuh cacing. Panas yang dikandungnya adalah penawar racun. Oleh karena itu, apabila ia dimakan secara terus-menerus sebelum makan pagi dapat melemahkan cacing dan menguranginya. Kurma adalah makanan, obat, minuman sekaligus manisan.
Membatasi ifthar dengan kurma saja memiliki manfaat medis yang besar, yaitu masuknya nutrisi ke dalam perut secara bertahap sampai lambung siap menerima makanan setelah itu. Tentang hal ini, Ibnu Qayyim berkata, “Ifthar Nabi ﷺ ajaran yang sangat bijak. Puasa mengosongkan perut dari makanan, sehingga lever tidak mendapatkan didalamnya sesuatu yang dapat diserap dan disebarkan ke seluruh tubuh. Dan makanan yang manis adalah sesuatu yang paling cepat sampai ke liver dan paling disukainya. Apalagi jika makanan itu adalah kurma, karena ia adalah suci.”
Kurma juga dianjurkan menjadi asupan penting bagi wanita hamil dan menjelang kelahiran, berdasar hadits yang diriwayatkan Salamah binti Qais yang menyatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Berikanlah kurma kepada wanita yang akan melahirkan, agar anaknya menjadi murah hati. Itu adalah makanan Maryam saat akan melahirkan Isa. Sekiranya Allah mengetahui ada yang lebih baik dari itu, tentu Dia akan telah memberikannya kepadanya.”
Sulaiman bin Amr Al-Dabbi meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Bila seseorang ingin berbuka puasa, maka sebaiknya ia mengonsumsi kurma. Bila tidak tersedia, maka hendaknya ia meminum sedikit air. Karena ia (air) itu bersih dan murni.”
Buah kurma tentu tidak asing lagi bagi kita. Pohon kurma memang terdapat di Arab tetapi telah dikonsumsi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Buah khas Timur Tengah ini menjadi favorit saat berbuka puasa. Rasa kurma yang manis juga mempunyai banyak khasiat. Kurma ternyata memiliki segudang manfaat. Kandungan protein dan gula alaminya sangat mudah dicerna, sehingga baik dikonsumsi orang yang sudah seharian berpuasa. Kandungan potasium dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan dapat mengurangi risiko serangan stroke. Dalam buah kurma, potasium dikenal sebagai excellent source karena bermanfaat mengatasi dan mengurangi keletihan. Kurma juga dipercaya sebagai penyumbang tenaga paling besar. Dapat menyuplai kalori dalam jumlah besar.
gizi kurma tabloid bekamPara ahli gizi mengatakan, buah ini juga mengandung kalium. Zat yang sangat berguna menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Fungsi mineralnya membuat denyut jantung teratur, mengaktifkan kontraksi otot, dan menstabilkan tekanan darah.
Buah kurma tidak mengandung lemak, namun kandungan karbohidratnya dapat menghasilkan energi (tenaga) tinggi. Begitu banyak manfaat kurma, sehingga para perempuan Arab menggunakan sebagai formulasi menjaga kehalusan kulit. Mereka gemar menyantap kurma, menyajikan pada tamu sebagai tanda penghormatan, dan juga menggunakan untuk pelengkap masakan.
Menurut Dr. Hardinsyah MS, Direktur Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet IPB ini mengatakan bahwa kurma mengandung zat gizi yang nyaris lengkap dengan komposisi yang seimbang, meskipun dalam jumlah yang serba sedikit. Kebiasaan Nabi mengonsumsi kurma segar dan kurma tidak segar (kering) saat ber-buka, lanjut Hardin-syah, memberikan manfaat yang optimal. Kurma segar mengandung kadar air dan vitamin yang lebih banyak tetapi rendah kandungan energi siap pakainya. Sementara kurma yang tidak segar tinggi akan kandungan energi siap pakai namun kandungan air dan beberapa vitamin lebih rendah, bahkan kandungan vitamin C-nya minim. Bagi umat Islam, berbuka puasa dengan kurma bukanlah sekadar tradisi, namun anjuran Nabi Muhammad ﷺ: ”Barangsiapa yang mempunyai kurma ketika puasa, hendaklah berbuka dengan kurma.”
Sementara dilihat dari ilmu gizi, kurma memang sangat dianjurkan untuk berbuka puasa. Tak cuma itu, kurma juga mengandung potasium yang tinggi. Potasium, ujar Hardinsyah, bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, untuk terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida dalam darah. Potasium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul syaraf. ”Berbagai mineral yang diperoleh dari kurma juga bermanfaat untuk mengoptimalkan kandungan elektrolit dalam cairan tubuh,” paparnya.
Kurma dapat menambah berat badan anak-anak, memelihara ketajaman dan kebinaran mata, mencegah penonjolan bola mata, melawan kekaburan, menguatkan penglihatan dan pendengaran, menenangkan saraf dan menguatkannya, menghilangkan ketegangan, menggiatkan kelenjar tiroid, serta memberikan ketenangan dan kedamaian kepada jiwa, dengan memakannya pada pagi hari bersama segelas susu.
Kurma mudah dicerna dan cepat berpengaruh dalam menyegarkan tubuh. Ia dapat melancarkan kencing, mem-bersihkan liver, dan mencuci ginjal. Air rebusannya ber-manfaat untuk melawan batuk, radang saluran pernapasan, dan dahak. Seratnya dapat melawan konstipasi. Dan garam-garam mineralnya dapat menyeimbangkan keasaman darah yang menjadi penyebab pengerasan ginjal dan empedu, encok, wasir, dan darah tinggi. (TB/berbagai sumber)
Disarikan dari: Tabloid Bekam Edisi 4 (Cetakan Ke-5)/Imunisasi, Siasat Yahudi Lumpuhkan Generasi?

Aroma Wangi Tiba Batuk Pun Reda



“Rasulullah  bersabda: Barangsiapa ditawari wewangian, janganlah ia menolaknya. Karena wewangian itu semerbak baunya namun ringan dibawa kemana-mana.” -H.R. Muslim-
Beruntunglah mereka yang gemar dengan aroma wangi dan menggunakan wewangian, apalagi mengamalkannya termasuk sunnah yang berbuah pahala dan kebajikan. Aroma wangi indentik dengan kebersihan, keindahan, kesehatan, ketentraman, kedamaian. Lebih dari itu wewangian erat kaitannya dengan kesehatan ruh, di mana ruh yang sehat menyukai wewangingan dan ruh yang buruk lebih senang dengan bau busuk (tak sedap).
Sesungguhnya wewangian disukai oleh Allah dan Rasul-Nya, sementara bau busuk menjadi kesenangan setan dan pengikutnya. Sebagaimana juga surga identik wewangian sedangkan neraka tempat yang penuh dengan bau busuk. Begitu pula mereka taat ibadah dan beramal shaleh berpengaruh pada bau badannya, dan hal itu lebih terbukti lagi saat wafat, sebagai mana aroma wangi yang keluar dari tubuh para syuhada.
Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Anas r.a yang berkata:  “Belum pernah aku menyentuh sutera dan tidak juga dibaj (jenis sutera lain) yang lebih lembut dibanding telapak tangan Nabi  dan belum pernah aku mencium suatu aroma sekalipun atau bau minyak wangi yang lebih wangi dibanding aroma atau wangi Nabi .”
Aroma wangi membuat efek kesehatan dan hidup lebih bergairah sekaligus melancarkan pernafasan dan efektif meredakan berbagai hal yang memancing batuk. Sedangkan bau busuk adalah tanda lingkungan tak sehat, penuh kuman, bakteri dan virus serta mengganggu pernafasan. Pada gilirannya bau busuk yang membawa partikel berbahaya berisiko mengusik batuk yang selalu sigap untuk mengusirnya. Maka wajar bila kita masuk di tepat atau ruang ang penuh bau busuk langsung menutup hidung dan mulut, kadang sampai sesak nafas dan terbatuk-batuk.
Subhanallah, hidung manusia diberikan kemampuan mengenali atau mencium ribuan bahkan jutaan bau wangi maupun tak sedap di sekitarnya. Setiap insan dibekali sedikitnya 1.000 jenis reseptor bau berasal dari protein (sel) yang menangkap aroma yang ditemukan atau dirasakan, sekaligus mampu melakukan percampuran dan pencocokan (mix and match).  Jadi seseorang  dapat mengenali banyak aroma dan membedakan bau busuk dan wangi tergantung pada memori aroma yang disimpan dan persepsi terhadap bau tersebut.
Reseptor adalah bagian dari sistem syaraf yang berperan sebagai penerima rangsangan, sekaligus sebagai pengubah rangsangan yang diterimanya menjadi impuls sensoris. Impuls sensoris inilah yang dikirimkan ke sistem syaraf pusat di otak. Stimulasi pada suatu reseptor merupakan informasi mengenai terjadinya perubahan dari lingkungan eksternal (luar) dan internal (dalam) tubuh terhadap sistem syaraf pusat. Selanjutnya, Sistem syaraf pusat akan mengolahnya dan memberikan jawaban berupa pengaturan yang sesuai, sehingga kelestarian hidup tetap terjamin dan terpelihara kelangsungannya.
Sementara itu ulama kedokteran Islam terkemuka Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa bau wangi adalah makanan ruh yang menjadi pusat stamina. Untuk itu stamina juga meningkat melalui wewangian. Karena bau wangi dapat membersihkan otak dan jantung serta seluruh organ tubuh bagian dalam, menggembirakan hati dan menyenangkan jiwa serta memberi kesegaran ruhani. Wewangian adalah sesuatu yang paling cocok dan serasi dengan ruh.
Menurut Ibnu Qayyim hubungan antara wewangian dengan jiwa yang baik amatlah erat sekali. Wewangian adalah salah satu dari dua hal yang paling disukai oleh Nabi ﷺ.
Sahabat Ibnu Abi Syaibah menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki sejenis minyak wangi terkenal bernama sukkah yang selalu beliau gunakan untuk dibalur ke tubuhnya. Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya Allah memiliki hak terhadap setiap muslim agar ia selalu mandi setiap tujuh hari sekali. Kalau ia memiliki minyak wangi, hendaklah ia menggunakannya.”
Ibnu Qayyim menambahkan, wewangian memiliki khasiat bahwa para malaikat amat menyukainya sementara setan-setan amat membencinya. Karena yang paling disukai oleh setan adalah bau busuk dan menjijikkan. Ruh yang baik akan menyukai bau yang harum. Sementara ruh yang jelek cenderung pada bau busuk.  Rasulullah ﷺ bersabda: “Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap.” (HR Bukhari)
Disari dari Tabloid Bekam Edisi 10/II (Awas! Batuk Jangan Dicela)

Rabu, 05 Februari 2014

Khasiat Buah Pinang untuk Meningkatkan Keperkasaan Pria


Mayoritas masyarakat tentunya sudah tahu dengan buah Pinang. Buah yang dalam bahasa Inggris disebut dengan betel palm ini memiliki berbagai macam nama mulai dari Jambe, Bua, Penang, Pineung, dan lainnya. Pohon Pinang memiliki ciri-ciri tinggi yang lurus—bisa mencapai ketinggian 25 meter—dan tajuknya yang tidak rimbun. Pelepah daunnya berbentuk seperti tabung dengan panjang mencapai 80 cm dan bagian ujung daunnya tampak sobek.
Di Pulau Jawa, Pinang banyak tumbuh di daerah dengan ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan air laut (dpl). Selain pohonnya yang biasa digunakan untuk lomba memanjat Pinang, tumbuhan ini juga mempunyai buah yang ternyata banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit.
Zat yang dikandung di dalam buah Pinang meliputi arecolidine, arecaidine, guvacoline, guracine, dan beberapa senyawa lainnya. Sedangkan, biji tanaman ini yang juga bermanfaat, memiliki kandungan alkaloida seperti arekaina dan arekolina yang bersifat adiktif dan dapat merangsang otak.
Di kalangan masyarakat tradisional, buah Pinang biasanya dijadikan salah satu campuran untuk makan Sirih. Namun, sebagian besar masyarakat sudah memanfaatkan buah ini untuk mengobati penyakit disentri, kudisan, dan juga diare berdarah. Sedangkan, Biji Pinang biasanya digunakan untuk mengobati penyakit cacingan, terutama untuk mengobati cacing pita.

Buah Pinang, Penambah Stamina Pria

Banyak orang mencari berbagai cara untuk meningkatkan staminanya supaya tidak lekas loyo. Untuk mendapatkan stamina yang kuat dan greng, maka soal makanan dan suplemen harus diperhatikan secara optimal.
Bicara mengenai suplemen, mungkin belum banyak yang tahu kalau ternyata buah Pinang bisa digunakan sebagai suplemen alami untuk meningkatkan stamina pria.
Dari zaman dulu sampai sekarang, banyak orang yang percaya bahwa buah Pinang memiliki kandungan khusus yang dapat meningkatkan keperkasaan pria.
Misalnya, konon katanya, tentara kita banyak yang menggunakan buah Pinang ketika mereka harus berperang melawan penjajah dan berkelana di dalam hutan.
Mereka banyak mengonsumsi buah Pinang sebagai santapan sehari-hari. Dan terbukti, banyak di antara mereka yang memiliki stamina yang mantap, sekalipun jarang mendapatkan jatah makanan.
Buah Pinang juga dipercaya dapat meningkatkan stamina pria dewasa, khususnya mereka yang sudah berkeluarga. Buah Pinang bisa dibuat jus yang juga dicampur dengan berbagai macam bahan.
Khasiat dari jus buah Pinang tersebut diketahui dapat meningkatkan vitalitas pria. Jika Anda tak percaya, bisa mencoba berkunjung ke sebuah restoran di kawasan Pagar Alam, Bandar Lampung.
Restoran tersebut secara khusus menyediakan jus buah Pinang untuk meningkatkan keperkasaan pria. Rasa jusnya cukup pahit sehingga harus dinetralisir dengan menggunakan gula putih.
Namun, untuk mencobanya, Anda tak perlu jauh-jauh pergi ke Lampung. Anda dapat membuat ramuan tradisional ini di rumah Anda. Caranya cukup mudah.
Setelah buah Pinang disiapkan, pisahkan dari kulitnya. Lalu, campurkan dengan kuning telur ayam atau telur bebek. Campurkan juga Madu dan susu secukupnya. Kemudian, blender sampai halus.
Nah, sebelum dihidangkan, jus buah Pinang tersebut sebaiknya disaring dulu untuk memisahkan ampasnya supaya tidak ikut terminum.
Jus buah Pinang tersebut sebaiknya diminum beberapa jam sebelum Anda hendak melakukan hubungan suami-istri supaya hasilnya benar-benar terasa. Jika kurang percaya, maka Anda pun bisa mencobanya sendiri!

Imunisasi program kejahatan, wajib ditolak dan tidak perlu pengganti


Blitar (Sharia4Indonesia.com) – Imunisasi atau vaksinasi adalah program kejahatan, bahkan merupakan konspirasi zionis untuk menghancurkan kaum Muslimin. Untuk itu, wajib ditolak dan tidak perlu dicari penggantinya. Demikian kesimpulan acara Talkshow bertajuk “Stop Bahaya Vaksinasi” yang diadakan di Blitar, Ahad, 16 Oktober 2011 oleh Sharia4Indonesia Cabang Blitar bekerjasama dengan Arrahmah.com. Kembali ke pengobatan ala Nabi SAW., adalah solusinya!
Tolak imunisasi, konspirasi zionis hancurkan Islam
Alhamdulillah. Acara Talkshow bertajuk “Stop Bahaya Vaksinasi” yang diadakan di Blitar, Ahad, 16 Oktober 2011 oleh Sharia4Indonesia Cabang Blitar bekerjasama dengan Arrahmah.com berjalan sukses dan lancar. Ratusan peserta sejak pagi telah memadati Gedung Panti Karya Dinas Sosial, Blitar, Jalan Ahmad Yani 30, Blitar.
Menjelang pukul 09.00 WIB, pembawa acara memulai acara talkshow yang salah satu tujuannya untuk menyikapi rencana Kementerian Kesehatan yang akan mengkampanyekan dan melaksanakan imunisasi campak dan polio serentak di 17 provinsi di Indonesia, mulai tanggal 18 Oktober  – 18 November 2011, termasuk di Jawa Timur, khususnya Blitar.
Pada kesempatan pertama, Hj. Ummu Salamah, SH., Hajjam, penulis buku best seller “Vaksinasi, Dampak, Konspirasi & Solusi Sehat ala Rasulullah” menceritakan pengalaman hidupnya ketika divaksin meningitis dan mengakibatkan dirinya hampir saja kehilangan nyawa. Berangkat dari sana, Ummu Salamah, akhirnya aktif beramar ma’ruf nahi munkar untuk menjelaskan bahaya vaksin bagi kehidupan umat manusia. Buku beliau yang mengulas dan membahas vaksin tak pelak menjadi buku best seller yang hingga kini sudah cetakan ke-7.
Pembicara kedua, Pimred Arrahmah.com, M Fachry membawakan makalah berjudul “Tolak Imunisasi, Konspirasi Zionis Hancurkan Islam”. Dalam pemaparannya, dijelaskan rencana Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan PT Bio Farma melakukan kampanye imunisasi campak dan polio serentak di 18 provinsi, dimulai tanggal 18 Oktober hingga 18 November 2011.
Mempersiapkan rencana tersebut, Direktur Pemasaran PT Bio Farma telah mempersiapkan stok produk vaksin polio untuk bayi dan balita, untuk 18 provinsi, antara lain Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.
Sebagaimana dikutip dari pendapat Prof.Dr.Tuntedja dari LP POM MUI, tentang sertifikat halal dari semua vaksin produk PT Biofarma, ternyata beliau menyampaikan bahwa PT Biofarma belum dapat dan belum daftar untuk diaudit.
Bahkan secara lebih tegas lagi, Dra.Hj.Welya Safitri, M.Si, Wakil Sekjen MUI menyampaikan bahwa “MUI tidak pernah menghalalkan vaksin yang  diproduksi PT Biofarma.” Intinya, pemberitaan media tentang pernyataan MUI menghalalkan vaksin itu tidak benar, berita itu dibuat oleh media sendiri dan PT Biofarma. Lalu mengapa program vaksin terus saja dijalankan?
Imunisasi program kejahatan, wajib ditolak!
Pada kesempatan berikutnya, Ustadz Faishal Ishaq, pakar Pengobatan Nabawi asal Jombang, dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa imunisasi adalah program kejahatan, oleh karena itu tidak perlu dicari penggantinya. Ustadz Faishal melanjutkan bahwa untuk bisa hidup sehat dan terhindar dari segala penyakit resepnya adalah kembali ke pengobatan ala Nabi SAW., diantaranya mensosialisasikan tahnik, penggunaan ASI, ruqyah, dan juga dengan mengkonsumsi beberapa makanan, diantaranya madu, susu sapi, dan susu kambing.
Dalam acara tersebut, para peserta terlihat antusias bertanya, berkonsultasi, bahkan juga ada yang mempertanyakan dan mendebat tentang bahaya vaksinasi yang sudah dijelaskan. Tidak sedikit juga dari hadirin yang meminta kejelasan tentang bagaimana dan kepada siapa mereka bisa mengadu jika ketika mereka menolak vaksin atau imunisasi, lalu ada intimidasi, teror, dan perlakuan dzolim lainnya. Ketiga pembicara, Alhamdulillah, dapat menyakinkan para peserta tentang bahaya vaksinasi dan juga memberikan kepastian akan adanya tim advokasi dari Sharia4Indonesia terhadap kasus-kasus yang mungkin terjadi ketika masyarakat yang telah sadar menolak vaksinasi. Al haq (kebenaran) harus ditegakkan, meskipun pahit dan harus menghadapi berbagai tantangan dan cobaan. Allahu Akbar!
Di akhir acara, dibacakan Pernyataan Sikap Sharia4Indonesia (Divisi Pelayanan Umat-Bidang Kesehatan) Menolak Kampanye dan Pelaksanaan Imunisasi Campak dan Polio Serentak di 17 Provinsi (18 Oktober – 18 November 2011). Untuk melihat rinci pernyataan tersebut bisa di klik alamat berikut : http://www.sehatislami.co.cc/2011/10/pernyataan-sikap-sharia4indonesia.html
Source : arrahmah.com  

Liputan Seminar Kesehatan Islami di Pekalongan: “MEMBONGKAR KONSPIRASI BARAT TERHADAP VAKSINASI DI INDONESIA”


Lebih dari seribu orang memadati gedung serbaguna PPIP baru pekalongan,menghadiri Seminar kesehatan Islam yang bertajuk KONSPIRASI BARAT LEWAT FAKSINASI. Sejak pukul 07.30 wib,peserta sudah mulai berdatangan mengisi kursi yang disediakan panitia. Satu persatu kursi terisi hingga penuh, acara yang seyogyanya akan dimulai jam 8 akhirnya mundur sampai jam 9, mengingat masih banyaknya peserta yang datang untuk mengikuti seminar yang sangat penting ini dan baru pertama kali diadakan di Pekalongan apalagi gratis.
Dalam sambutanya ketua panitia sekaligus Mudir PonPes Al-muslimin Rowoyoso kabupaten Pekalongan Ustadz Shoihul Hadi mengatakan,acara ini terinspirasi oleh Ustdazah Ummu Salamah yang mengatakan akan bahayanya Faksin, yang sekarang sering diwajikan untuk disuntikkan ketubuh rakyat Indonesia dari bayi sampai dewasa,mulai dari folio,campak tipus dan lain-lain untuk bayi kita, sampai orang dewasa sebelum menjalani pernikahan dan berhaji. Untuk mengetahui berapa besar bahaya dan manfaatnya terhadap tubuh, maka segenap elemen masyarakat islam yang diprakarsai oleh PonPes Al-Muslimin, Dewan Dakwah Pekalongan dan IDC program S3 DEWAN Dakwah dan didukung oleh Pemuda Muhammadiyah, IPPNU, HMI, PII, KB PII, dan FPI wilayah Pekalongan,pada hari Ahad 29-januari-2012 menyelenggarakan acara seminar ini,dengan menghadirkan para pakar Nasional dibidang kesehatan sebagai nara sumbernya sepeti:
  1. Ummu salamah dari rumah sehat Tibbun nabawiyah Jakarta
  2. dr. Joze Rizal MERCI Jakarta
  3. Dr. Muhamad Syam Tambunan MUI pusat Jakarta
  4. Kepala Dinas Kesehatan prov. Jawa Tengah bapak Marheinanto.
Untuk pertama kali Ummu salamah diberi kesempatan memaparkan hasil penelitihan dan testimoninya, mengenahi dampak buruk faksinasi terhadap tubuh, diantaranya adanya kerusakan-kerusakan pada organ tubuh bahkan dampak yang terburuk  sampai kematian pada orang yang difaksin,hanya ada 2 yang diakibatkan oleh faksin:
  1. Meninggal
  2. mengalami penurunan terhadap daya tahan tubuh disebabkan kerusakan disebagian organ tubuh setelah kena faksin
Demikian diantaranya isi pemaparan dari Ummu Salamah.
Beda dengan Ummu Salamah pembicara yang kedua ini malah memaparkan kemanfatan yang sangat dari faksinasi, sambil menyebutkan data-data yang menyebutkan terjadinya penurunan wabah penyakit setelah ada progam faksinasi nasional ini, seperti folio, campak dll, bahkan beliau juga menyebutkan daerah yang terserang wabah campak di Brebes dan Batang, setelah diadakan penelitian ternyata daerah tersebut belum pernah menjalankan faksinasi, demikian pernyataan dari Bapak Marhainanto kepala dinas kesehatan Jateng, yang diberi kesempatan jadi pembicara yang kedua.
Bapak Dr.Muh,Syam dari MUI pusat yang diberi kesempatan  ketiga untuk bicara mengatakan, bahwa kita harus mengakui hasil penemuan Medis, seperti faksin ini, apalagi sangat manfaat untuk tubuh. Bahkan beliau mentolelir kalau seandainaya faksin itu mengandung bahan yang haram selagi itu bermanfaat  untuk kita dan belum ditemukan penggantinya itu boleh digunakan dengan alasan Dzoruroh. Demikian kata doctor agama dari UIN ini.
Mendengar dan menyaksikan ketiga pembicara ini peserta seminar yang datang dari 5 kabupaten/ kota (kab.pekalongan, kota pekalongan, Pemalang, Batang dan Kendal), ini tambah bingung, karena dari ketiga nara sumber ini saling bertentangan. Baru setelah pembicara keempat memaparkan berbagai argument dan fakta dilapangan dengan segudang pengalamannya di berbagai Negara dan daerah konflik baik dalam dan luar negeri, yang terakhir di kapal Marmara Turki yang ditahan Israel, dr.Joze Rizal jurnalis mengatakan, bahwa didunia ini ada orang jahat yang bermain-main dengan penyakit, dia mencontohkan akan kegigihannya bersama ibu Fadlilah Supari menteri kesehatan saat itu, mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk segera menutup NAMRU 2m dari segala aktifitasnya, karena dinilai ada kejahatan kesehatan dibalik kegiatan nemru yang berdalih penelitian virus di Indonesia. Pesan dokter Joze “jangan anak-anak kita mau dijadikan keranjang sampah faksin. Hanya bangsa yang bodoh yang bayi-bayinya mau dimasukkan kedalam tubuhnya dengan berbagai macam faksin, karena hanya Indonesia yang punya program berbagai faksinasi ini. Saya tidak anti faksin tapi jangan digunakan dengan semena-mena, seharusnya faksin itu dikasihkan kepada orang yang sudah kena penyakit, bukan orang yang masih sehat dimasuki vaksin, demikian pernyataan dr.Joze yang disambut kelagaan oleh mayoritas yang hadir dalam seminar itu.
Acara seminar ini selesai jam 12.30 setelah diadakan Tanya jawab, moderator mempersilahkan peserta untuk mengambil kesimpulan sendiri-sendiri, masih mau pakai faksin dengan segala konskwensinya atau stop Faksin mulai hari ini, demikian Abu Ayyas menutup acara ini.
Perlu diketahui acara ini seyogyanya diadakan di gedung Al-Irsyad Pekalongan karena awalnya Pemuda Al-Irsyad ikut mendukung acara ini, tapi setelah ada intimidasi dari Dinas Kesehatan Pekalongan akhirnya sepihak membatalkan dukungannya sekaligus mencabut fasilitas gedungnya, tapi inilah berkahnya kalau ada di gedung al-irsyad tentu tidak akan muat dengan pengunjung yang lebih dari seribu, sedang al-irsyad kapasitasnya hanya 800 an, demikian mas Aris kurniawan salah satu kordinator acara ini menyampaikan kepada Media Dakwah News. [Yuli Fajar/ Abu Urwah/dewandakwahsolo]


Dr. Joserizal saat berbicara


Para pembicara tampak dari depan


Ribuan pengunjung tampak antusias menyimak


Ummu Salamah Al-Hajjam saat berbicara dihadapan ribuan peserta

Program Imunisasi campak & polio makan korban, dua balita meninggal setelah divaksin!


Vaksin itu merenggut nyawa dua balita
Pasangan Adiguna-Eva, warga Babelan, Kabupaten Bekasi tentu sangat bersedih. Putra mereka, Hanif M. Husnaya (3) meninggal dunia setelah disuntik campak dan polio mengikuti program Kemenkes RI yang bekerjasama dengan PT Biofarma sebagai produsen vaksin terbesar di Indonesia.
Menurut neneknya, Nyonya Sigit (47), malam setelah divaksin, cucunya demam tinggi, muntaber, dan suhu badannya naik hingga 42 derajat Celcius. Hanif dirawat selama tiga hari di rumah sakit, sebelum meninggal.
Menurut Nyonya Sigit, seharusnya Hanif hanya diberi vaksin polio tetapi petugas posyandu memaksa memberikan vaksin campak sekaligus. “Katanya mumpung ada program pemerintah.”
Selain pasangan Adiguna-Eva, pasangan Tian Setiani (26) dan Nana Setiana (35), warga Perumahan Wisma Asri, juga ikut berduka. Anak mereka, Isma Nur Fauziah (3) terenggut nyawanya setelah diberi vaksin campak dan polio sekaligus.
Isma putri Tian dan Nana ini juga mengalami demam tinggi hingga 42 derajat Celcius dan kejang-kejang.  ”Anak saya diberi vaksin campak dan polio sekaligus,” kata Tian.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi menolak fakta imunisasi makan korban
Seolah menutup mata terhadap fakta yang terjadi, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tetty Manurung masih belum memastikan penyebab kematian dua balita di kota Bekasi ini. Tetty juga membantah terlah terjadi kesalahan prosedur atau kelebihan dosis vaksin pada peristiwa tersebut.
Menurut Tetty, tidak mungkin terjadi kesalahan dalam penyuntikan atau kelebihan dosis karena petugas bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur. Selain itu, petugas pemberi vaksin di setiap pos pelayanan terpadu telah diberi pembekalan sebelum mengimunisasi. “Ada banyak penyebab lain pada kasus kematian balita ini, tetapi kami belum bisa memastikan karena masih diinvestigasi.”
Padahal Tetty dalam pernyataannya hari Jum’at (4/11/2011) mengakui bahwa kedua balita tersebut kejang-kejang setelah divaksin. “Setelah divaksin, kedua balita kejang-kejang.”
Peristiwa yang terjadi sepekan setelah pencanangan program imunisasi campak dan polio serentar di 17 provinsi di seluruh wilayah Indonesia ini tentu saja membuka mata kepada masyarakat awam bahwa ada “bahaya” serius pada vaksin dan imunisasi yang selama ini gencar dikampanyekan penolakannya.
Sayangnya, masalah ini masih terus ditutup-tutupi karena ada konspirasi besar di balik semua itu. Bahkan hingga kini, orang tua korban sejauh ini belum mendapat kejelasan dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi terkait meninggalnya sang buah hati pasca imunisasi.
Tolak vaksin sekarang juga!
Sebagian masyarakat, khususnya kaum Muslimin yang telah faham bahwa vaksin atau imunisasi itu haram sebenarnya telah menolak program vaksinasi tersebut. Hanya saja, masyarakat kadangkala dipaksa, diintimidasi, untuk tetap melaksanakan vaksin atau imunisasi dengan mengatakan bahwa ini adalah program pemerintah.
Nenek Hanif, Nyonya Sigit mengatakan bahwa pada awalnya, anak saya—orang tua Hanif—sempat keberatan jika Hanif divaksinasi. Namun, petugas Posyandu memaksa supaya Hanif divaksinasi karena itu program pemerintah, demikian penuturannya pada hari Kamis (3/11/2011).
Jadi, sampai kapan program imunisasi campak dan polio yang “mematikan” ini akan terus dilakukan? Sampai jatuhnya korban-korban yang baru? Wallahu’alam bis showab!
(Talazum/Sharia4Indonesia.com)

Metode kesehatan Barat, Timur dan Ath-Thibbun Nabawi

Kondisi kesehatan masyarakat pada saat  ini, semakin tidak menentu, laporan-laporan pada Jurnal Kesehatan , dengan berbagai penyakit aneh, bermunculan siolih berganti.Penemuan alat diagnosis penyakit begitu canggih dan maju pesat. Pada saat yang sama bermuncullah berbagai penyakit yang aneh-eneh yang dulu tidak pernah kita dengar. Diantara berbagai macam penyakit flu yang selama ini berkembang, kini muncul lagi penyakit flu terbaru dan tercanggih karena mampu membunuh ratusan manusia hanya dalam hitungan menit, yaitu flu babi dari Mexico. Dunia panik, kita bagaikan hidup dalam sebuah ancaman penyakit yang super dahsyat karena flu babi  memiliki kecepatan penyebaran dan tingkat keparahan diluar dugaan. Kita mampu segera mendeteksinya, namun tidak mampu segera menaklukkannya.

Sayangnya, kecepatan berkembangnya penyakit moderen itu tidak diimbangi dengan kecepatan tehnik penyembuhannya. Begitu banyak penyakit moderen yang belum ditemukan obat penyembuhnya Seperti Kanker, AIDS, SARS,  Hepatitis C, Flu burung, Antrax dan sekarang muncul lagi flu babi.

Sebagian besar penyebab utama dari berbagai macam penyakit itu berasal dari pola makan dan gaya hidup moderen yang kita jalani dewasa ini. Ditambah lagi dengan kerusakan lingkungan dan berbagai macam penyimpangan perilaku sosial yang ikut memberikan andil cukup besar dalam munculnya berbagai macam penyakit tersebut.

Saya  sering  termenung dan berpikir, dengan beberapa buku metode kesehatan, ada apa yang salah, mana benang merahnya, dan terus menelaah dengan ayat-ayat Al Quran dan Hadits. Apakah penyebab kelainan pada anak yang lahir, mengapa banyak ibu-ibu yang melahirkan tidak normal, kenapa kucing mudah saja melahirkan, tetepi mengapa manusia harus di cesar. Mengapa begini dan begitu...??

Disini kita harus mengkaji ulang pemahaman kita terhadap berbagai macam penyakit tersebut. Dimanakah letak kesalahannya. Apakah kita salah dalam memahami penyebabnya, atau obatnya yang tidak manjur, ataukah tehnik pengobatannya yang harus dikaji ulang. Tetapi yang jelas, secara umum kita memperoleh kesan bahwa konsep kedokteran moderen dewasa ini belum bisa menaklukkan berbagai macam penyakit yang terus mengganas dalam masyarakat.

Dua metode penyembuhan
Dalam dunia terapi penyakit, secara umum kita mengenal dua metode penyembuhan. Pertama penyembuhan ala Barat dan yang kedua metode penyembuhan ala Timur. Dan keduanya memiliki prinsip yang sangat berbeda.

Kedokteran Moderen
Kedokteran Barat selama ini melakukan terapi penyembuhan dengan dua cara yang sangat mendasar, yaitu dengan cara pemberian obat-obatan kimia dan yang kedua dengan cara melakukan pembedahan. Sistem kedokteran moderen dibangun dari asumsi bahwa badan dan jiwa adalah dua wilayah yang berbeda, karena itu masing-masing bisa ditangani secara terpisah atau sendiri-sendiri.

Badan manusia dipahami sebagai sistem  mekanik yang terdiri dari; sistem transportasi darah, sistem saraf,sistem hormonal, sistem pencernaan, pernafasan, sistem imunitas dan seterusnya. Kedokteran moderen mengaggap masalah kesehatan tubuh seorang penderita bisa diatasi lewat pendekatan yang bersifat fisik semata. Maka bisa dipahami, kenapa kedokteran moderen lebih mengandalkan OBAT KIMIA dan PEMBEDAHAN untuk menyembuhkan penyakit pasiennya. Dan pada kenyataannya, seiring dengan perkembangan penyakit dewasa ini ternyata banyak sekali penyakit-penyakit yang tidak bisa dituntaskan penyembuhannya dengan menggunakan pendekatan moderen ini. Disinilah titik lemah penyembuhan metode moderen, yang sering kali menyisakan problem yang sesungguhnya yang kadang bisa menjadi bertambah berat dan kronis.

Meskipun harus diakui, kemudian ilmu kedokteran moderen berkembang ke wilayah jiwa (Psychiatry). Dan kedokteran moderen mulai melakukan evaluasi ulang terhadap kelemahan-kelemahan itu, antara lain semakin diakuinyanya dan kemudian berkembang secara pesat konsep Homeostatis.

Kedokteran Timur
Konsep yang dijadikan pegangan sangatlah berbeda dengan kedokteran barat yang menganggap  fisik manusia bisa digarap secara terpisah. Kedokteran Timur melakukan penyembuhan dengan prinsip dasar MEMULIHKAN KESEIMBANGAN atau TAWAADHUN sistem kesehatan di dalam tubuh si sakit.
Kedokteran Timur bertumpu pada konsep kesimbangan dalam tubuh. Manusia dipandang sebagai satu kesatuan antara badan dan jiwanya, karena itu keduanya saling mempengaruhi, termasuk dalam proses penyembuhan penyakit. Tubuh manusia dipahami sebagai suatu sistem energi yang berkeseimbangan. Ini yang disebut Holistik.
Maka, dalam konsep kedokteran timur, seseorang dikatakan sakit ketika di dalam tubuhnya terjadi ketidakseimbangan energi atau sistem holistiknya, sehingga memunculkan keluhan tertentu.
Sedangkan dalam kedokteran barat, seseorang dikatakan sakit ketika memunculkan gejala-gejala sakit secara fisik. Biasanya muncul berupa panas misalnya, rasa sakit, pembengkakan dan keluhan-keluhan semacamnya, yang menandakan terjadinya gangguan  pada sistem organik tubuh seseorang.. Meskipun secara sepintas sama, namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Kedokteran timur memandang tubuh manusia secara holistik jiwa raga, sedangkan kedoktrean barat memandang manusia secara fisik yang bisa dipetak-petak secara organik. Dan perbedaan sudut pandang ini akhirnya berpengaruh kepada cara penyembuhan yang dilakukan.

Ath- Thibbun Nabawi
Thibbun nabawi adalah fakta. Ia keluar dari pelita kenabian, yaitu dari wahyu yang diberikan kepada Nabi yang tidak berbicara berdasarkan nafsu. Pengobatan Nabi bersifat pasti, karena ia muncul dari kesempurnaan akal. Diterima dengan penuh keyakinan, karena keyakinan adalah sumber kesembuhan.
Pengobatan ini bersandar kuat kepada akidah Islamiyah yang menyatakan bahwa, Allah adalah pemilik alam semesta ini, bahwa ditangan Allah terletak kesembuhan. Dia yang memberikan kesembuhan kepada manusia.

Ketika Ibrahim mengatakan, ” jika aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku” ( QS. Asy-Syu’ara 80).
Tidak lain pernyataan ini merupakan penegasan tentang hakekat dan akidah yang seyogyanya tidak hilang dari hati sanubari setiap muslim.

Hadist Nabi : ” Ma andhalallahu daa’an, illa andhlalahu syifaa’an”

Allah menciptakan kita ke dunia dalam keadaan suci, bersih dan sehat. Karena kebodohakn kita , kita mempercayakan kesehatan kita kepada orang yang tidak paham akan konsep kesehatan yang telah Allah rumuskan di dalam Al Quran dan Hadits, kita percaya kepada Dokter yang mendapat pelajaran dari KAFIR, yang tidak yakin akan kesempurnaan Ilmu-ilmu dalam Al Quran dan Hadist, dan kita merasa bangga akan kepatuhan kita kepada Dokter yang ternyata banyak menjerumuskan kita kepada kerusakan kesehatan.

Filosofi mereka jelas berorientasi kepada keuntungan, bisnis dan penjajahan. Tidak sadarkah kita ? Siapakah pencipta kita ? untuk apa kita hidup, dan mau kemana setelah kematian? semua tentu untuk beribadah  kepada Allah dan Rasul Nya. Ikutilah petunjuk Rasulullah, Insya Allah generasi Rabbani dambaan Umat akan segera memimpin dunia. Amin

Ummu Salamah

Vaksinasi: Dampak, Konspirasi, & Solusi Sehat ala Rasulullah SAW



Penulis Hj. Ummu Salamah. SH, Hajjam
Penerbit : Nabawiyah Press
Harga : Rp 90.000
Harga Disc : 70.000
"Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan."

Dr. James R. Shannin, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika

"Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun."
Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

"Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tersbut yang tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya."
Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris

"Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum."
Harris Coulter, pakar vaksin internasional

"Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 terjadi peningkatan sebesar 50%, dan tahun berikutnya menjadi 80%."
Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres As tahun 1962

"Sebelum vaksinasi besar-besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (AS) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme."
Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

"Vaksin bertanggung-jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syaraf, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, skelorosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS, yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah diseluruh dunia saat ini."
Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

"Tidak masuk akal memikirkan, Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya."
Dr. William Hay, dalam buku "Immunisation: The Reality behind The Myth"

Selasa, 04 Februari 2014

Khasiat dan manfaat adas yang terdapat dalam kandungan minyaknya

Manfaat adas bagi kesehatan sebagai tanaman daun yang mengandung obat telah lama dikenal di Indonesia, tanaman ini bisa tumbuh subur ditanam di daerah dataran rendah  tetapi tanaman adas secara biologi lebih cocok ditanam di daerah  dataran tinggi dengan ketinggian 1.800 meter dari atas permukaan laut. Tanaman adas mempunyai nama ilmial (nama latin) Foeniculum Vulgare Mill, habitat asalnya adalah dari daratan Eropa bagian selatan dan daratan Asia. Karena tanaman adas memiliki banyak manfaat medis maka tanaman ini banyak tumbuh menyebar dan dibudidayakan negara-negara lain Indonesia, Argentina, India, dan Jepang.

Ciri-ciri tanaman Adas

Secara fisik tanaman adas mempunyai tinggi 50 cm – 2 meter, sifat tanaman ini merumpun dan sanggup hidup dengan umur panjang.
  • Batang, dalam satu rumpun tanaman adas biasanya mempunyai 3 – 5 buah batang, Batang adas mempunyai warna hijau agak kebiruan, batang mempunyai alur dan beruas serta berlubang, batang mempunyai bau wangi bila memar.
  • Daun, tanaman adas mempunyai letak daun yang berseling dan majemuk, daunnya menyirip ganda dua dengan posisi sirip-sirip yang letaknya menyempit berbentuk jarum, mempunyai bentuk runcing pada ujung dan pangkalnya. Panjang daun kira-kira 30 cm sampai dengan 50 cm, lebar daun 5 cm sampai dengan 7 cm berwarna hijau muda.
  • Bunga : tanaman adas mempunyai bunga yang berbentuk payung majemuk dengan diameter 5 cm sampai dengan 15 cm. Panjang gagang bunga adas kira-kira 2 mm  sampai 5 mm, kelopak bunga berbentuk tabung dengan warna hijau.
  • Buah : buah adas berbentuk biji kering yang mempunyai panjang 4 sampai 9 mm, lebar biji 3 samapai 4 mm, jika masih berumur muda mempunyai warna biru kemudian akan berwarna coklat ketika biji berumur tua. Bentuk biji lonjong serta beraroma kuat dan manis. Warna buah adas berbeda-beda berdasarkan negara asalnya.
Tanaman adas menghasilkan minyak adas yang dihasilkan dari proses sulingan serbuk-serbuk buah adas yang sudah matang dan kering. Minyak adas terdiri dari 2 jenis yaitu minyak adas manis dan pahit. Kerena manfaat adas sebagai tanaman herbal mempunyai sifat menyembuhkan maka tanaman ini banyak dijadikan sebagai bahan baku dalam industri pembuatan obat-obatan. Adapun manfaat adas dapat mengatasi berbagai macam masalah kesehatan, seperti : perut kembung, rasa mual seperti ingin muntah, produksi ASI sedikit, sakit diare, sakit kuning, kurang nafsu makan, sakit batuk, nafas sesak serta asma, dan sebagainya.

Kandungan Kimia Tanaman Adas Dan Efek Farmakologis

Kandungan Kimia Tanaman adas : Tanaman adas mempunyai sifat kimiawi serta efek farmakologis,yaitu adanya bau aromatik yang terdapat pada buah yang masak, mempunyai rasa sedikit manis, pedas dan hangat.  Masuk ke meridian hati, ginjal, limpa serta lambung. Tanaman adas memiliki kandungan kimia antara lain : minyak asiri 1 % – 6 %, kandungan atenol 50 % – 60 %, mengandung  (fenkon, pinen, limonene, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat) sekitar 20 %, serta terdapat kandungan minyak lemak sebesar 12 %. Bagian akar terdapat kandungan bergapten. Terdapat juga kandungan stigmasterin pada akar dan bijinya.
Efek Farmakologis Tanaman adas :
Manfaat adas diantaranya dapat menambah peningkatan gaya peristaltik pada saluran cerna serta dapat merangsang proses pengeluaran kentut (flatus). Dapat menghilangkan adanya gangguan dingin dan dahak. Kandungan komponen-komponen seperti anetol, fenkon, chavicol serta anisaldehid yang terdapat pada minyak adas mempunyai khasiat dapat membuat sejuk pada saluran cerana serta dapat meningkatkan gairah dan rangsangan untuk nafsu makan. Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa manfaat adas mempunyai kesamaan dengan akar alang-alang yaitu bersifat deuretik yang bisa di gunakan untuk membantu menghancurkan batu di dalam ginjal.

Manfaat adas pada buah dan daunnya

Berbeda dengan jenis tanaman herbal lainnya seperti tanaman alang-alang dan tanaman akar wangi yang dimanfaatkan dari dari tanaman adas untuk pengobatan adalah bagian buah dan daunnya.
Manfaat buah adas : tanaman adas pada bagian buahnya dapat mengobati beberapa penyakit seperti :
  • Buah adas dapat mengobati sakit perut (mulas), perut kembung, perasaan penuh pada lambung, perasaan mual, perasaan ingin muntah dan sakit diare.
  • Dapat mengobati sakit kuning serta meningkatkan nafsu makan.
  • Dapat mengobati batuk disertai dahak dan mengatasi penyakit sesak nafas (asma)Dapat mengatasi gangguan haid seperti nyeri pada waktu haid atau proses haid yang tidak lancar.
  • Dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu yang melahirkan.
  • Dapat mengatasi masalah susah tidur (insomenia)
  • Dapat mengobati buah zakar turun (orchidoptosis)
  • Buah adas bisa menngatasi usus turun sampai lipat paha (Hernia inguinalis)
  • Meredakan pembengkakan pada saluran sperma (epididimis)
  • Manfaat adas pada penderita batu empedu yaitu dapat mengurangi perasaan nyeri yang diakibatkan adanya batu pada empedu serta bekerja membantu proses penghancuran batu tsb.
  • Mengatasi penyakit Rematik ( Gout)
Manfaat daun adas : bermanfat pada buahnya tanaman adas juga bisa memberikan manfaat kesehatan pada bagian daunnya.  Adapun penyakit- penyakit yang dapat disembuhkan oleh tanaman adas dari daunnya antara lain :
  • Daun adas bisa mengobati batuk
  • Mengatasi gangguan perut yang terasa kembung disertai kholik.
  • Meningkatkan daya penglihatan.

Cara mengolah manfaat adas pada buah dan daunnya

Siapkan buah adas sebanyak kira-kira 3 – 9 gram kemudian direbus dan dikonsumsi dengan cara meminumnya. Buah adas juga bisa digiling terlebih dahulu sampai halus lalu diseduh dengan air yang mendidih diamkan sampai hangat lalu diminum. Pada bagian daunya dapat dimakan langsung sebagai sayuran dengan merebusnya terlebih dahulu.
Untuk pemakaian pada bagian luar, buah adas kering digiling terlebih dahulu sampai menjadi halus kemudian digunakan untuk pengobatan masuk angin dengan meggosokannya pada bagian tubuh.

Cara pengolahan Tanaman adas untuk penggunaan bersama tanaman obat lain

  1. Cara mengolah manfaat  adas untuk batuk
  • Siapkan sebanyak 5 gram serbuk buah adas , kemudian seduhlah dengan setengah gelas air yang mendidih, diamkan dan tunggu sampai dingin kemudian disaring. Tambahkan madu ke dalam seduhan sebanyak kira-kira 1 sendok, lakukan pengadukan hingga air seduhan tsb merata dan minumlah sekaligus. Cara ini dapat dialkukan rutin 2 kali dalam sehari.
  • Siapkan kira-kira seperempat genggam daun saga, 2 kuntum bunga kembang sepatu, setengah genggam daun Poko, 10 kuntum bunga tembelekan, 2 siung bawang merah, serbuk adas halus 1 sendok teh, tambahkan juga pulosari kira-kira 1 jari, 1 jari rimpang jahe, tambahkan juga kira-kira 3 jari gula merah, kemudian rebus bahan-bahan tsb dengan 3 gelas air bersih diamkan mendidih hingga menjadi tersisa setengahnya. Angkat dan diamkan sampai dingin lalu disaring.  Kemudian minumlah 3 kali sehari.
  • Siapkan 10 tetes minyak adas, kemudian diseduh dengan air panas sebayak 3 sendok. Minumlah pada kondisi hangat 3 kali sehari.
  • Siapkan setengah sendok teh adas, tambahkan seperempat jari pulosari, 2 jari rimpang kencur, 1 jari rimpang temulawak, tambahkan juga 114 sendok the jintan hitam, ¼ genggam daun poncosudo, 3 jari gula merah. Kemudian rebuslah bahan-bahan tsb dengan air bersih kira-kira 4 setengah gelas, tunggu sampai mendidih hingga tersisa kira-kira menjadi setengahnya. Diamkan dan tunggu sampai dingin lalu saring, minumlah secara rutin 3 kali sehari.
  1. Cara mengolah manfaat adas untuk sesak napas.
  • Siapakan 10 tetes minyak adas, kemudian diseduh dengan air panas sebanyak 3 sendok. Minumlah pada kondisi hangat 3 kali sehari
  • Siapkan setengah sendok teh adas, tambahkan 1/4 jari pulosari, 2 rimpang kencur, 1 jari rimpang temulawak, tambahkan juga kira-kira 1/4 sendok jintan hitam, 1/4 daun poncosudo, dan terakhir tambahkan 3 jari gula merah. Kemudian rebuslah bahan-bahan yang sudah disiapkan tadi dengan air bersih sebanyak kira-kira 4 setengah gelas, tunggu rebusan sampai mendidih hingga air tersisa kira-kira setengahnya. Diamkan dan tunggu sampai air rebusan dingin lalu disaring. Minumlah secara rutin 3 kali sehari.
  1. Cara mengolah manfaat adas untuk mengobati sariawan
Siapkan adas kira-kira ¼ sendok, tambahkan ¼ sendok the ketumbar, 1/5 gengggam daun iler, ¼ genggam daun saga, 1/5 genggam sisik naga, ¼ genggam daun sembung, ¼ daun pegagan, 1/6 genggam daun kentut, ¾ jari pulosari, ½ jari rimpang lempuyangan wangi, ½ jari rimpang kunyit, ¾ jari kayu manis, tambahkan juga 3 jari gula merah. Kemudian rebuslah bahan-bahan tsb dengan 4 setengah gelas air bersih, tunggu mendidih hingga tersisa setengahnya. Angkat dan diamkan hingga dingin lalu disaring. Minumlah ramuan tsb 3 kali sehari sebanyak ¾ gelas.
  1. Cara mengolah manfaat adas untuk mengatasi Haid tidak teratur.
Siapkan adas sebanyak ½ sendok teh, tambahkan daun bunga srigading kira-kira 1/5 genggam, sertakan juga ½ sendok teh jinten hitam, ½ jari pulosari, 2 kuntum bunga kesumba keling, 2 buah jeruk nipis, tambahkan juga gula batu kira-kira sebesar telur ayam. Kemudian rebuslah bahan-bahan tsb  dengan 3 gelas air bersih, tunggu mendidih hingga tersisa  sampai 2 ¼ gelas. Angkat dan dinginkan kemudian disaring, minumlah ¾ gelas 3 kali sehari untuk mendapatkan khasiat dan manfaat adas bagi kesehatan.

Sumber: http://www.jepitjemuran.com